Komik Blame!

Blame! Tanpa Jejak

Komik Blame! adalah manga karya Tsutomu Nihei bergenre Aksi. Baca komik Blame! chapter terbaru bahasa Indonesia gratis dan terlengkap hanya di Komiku.

Informasi Komik Blame!

Komik Blame! Bahasa Indonesia - Baca Online Gratis
Judul Komik Blame!
Judul Indonesia Blame! Tanpa Jejak
Jenis Komik Manga
Konsep Cerita Aksi
Pengarang Tsutomu Nihei
Status Ongoing
Umur Pembaca 15 Tahun (minimal)
Cara Baca Kanan ke kiri

Sinopsis Komik Blame!

Blame! menceritakan perjalanan Killy, seorang pria misterius yang berkelana di dunia futuristik yang luas dan penuh bahaya. Ia mencari manusia yang memiliki gen teknologi yang hilang, yang diyakini dapat menyelamatkan umat manusia dari kehancuran yang disebabkan oleh mesin-mesin yang terus berkembang tanpa kendali. Dalam petualangannya, Killy harus menghadapi berbagai makhluk mekanis serta lingkungan yang hampir seperti labirin tanpa akhir. Sepanjang perjalanan, Killy bertemu dengan beberapa karakter yang membantunya memahami asal-usul dunia yang penuh teknologi ini dan bagaimana manusia kehilangan kendali atas ciptaannya sendiri. Cerita ini menyuguhkan suasana gelap dan penuh ketegangan, dengan tema tentang perenungan hubungan manusia dengan teknologi serta konsekuensi yang muncul dari kemajuan tanpa batas.

Komentar Komik Blame!

Daftar Chapter Komik Blame!

Berikut daftar chapter dari Komik Blame! bahasa Indonesia terlengkap. Untuk membaca chapter dari Komik Blame! Sub Indo gratis, cukup klik salah satu chapter di bawah ini. Update chapter terbaru setiap hari!

Nomor Chapter
View Tanggal
324 06/10/2022
241 06/10/2022
258 06/10/2022
268 06/10/2022
301 06/10/2022
336 06/10/2022
394 06/10/2022
555 06/10/2022
878 06/10/2022

Background Cerita Komik Blame!

Blame! adalah manga karya Tsutomu Nihei yang dibuat pada akhir 1990-an dan menampilkan gaya unik yang menggabungkan arsitektur futuristik dengan seni gelap dan atmosferik. Nihei, yang berlatar belakang arsitektur, mengekspresikan keahliannya melalui desain dunia komik ini yang terasa sangat nyata dan imersif. Cerita ini juga menjadi refleksi dari kekhawatiran akan kemajuan teknologi yang bisa berbalik menjadi ancaman jika tidak dikendalikan dengan bijak.