Komik Stone Age
Zaman Batu
Komik Stone Age adalah manhua karya Riichiro Inagaki & Boichi bergenre Fiksi Sains. Baca komik Stone Age chapter terbaru bahasa Indonesia gratis dan terlengkap hanya di Komiku.
Informasi Komik Stone Age
| Judul Komik | Stone Age |
| Judul Indonesia | Zaman Batu |
| Jenis Komik | Manhua |
| Konsep Cerita | Fiksi Sains |
| Pengarang | Riichiro Inagaki & Boichi |
| Status | |
| Umur Pembaca | 10 Tahun (minimal) |
| Cara Baca | Kiri ke kanan |
Sinopsis Komik Stone Age
Setelah rangkaian badai matahari memutus jaringan global, kota-kota padam dan peta digital menghilang. Di Flores, sekelompok mahasiswa arkeologi terisolasi bersama pemandu lokal dan hanya menyisakan satu tablet tua dengan arsip offline seadanya. Dipimpin Aksa, coder yang lihai membaca pola, dan Rani, penggemar megalit yang tekun, mereka belajar bertahan lewat alat batu, anyaman bambu, serta pengetahuan lisan. Ketika kelompok lain bermunculan dengan ideologi berbeda, muncul dilema etika antara berbagi pengetahuan atau menjaga keunggulan demi bertahan. Saat koloni kecil berubah menjadi jaringan suku, sengketa sumber air, jalur perburuan, dan lokasi obsidian memanas. Desas-desus tentang mesin raksasa warisan industri lama yang masih berkeliaran mengais mineral memaksa mereka bersatu. Dengan keberanian khas generasi yang adaptif, Aksa dan Rani meretas sisa teknologi menggunakan logika Zaman Batu. Dalam prosesnya, mereka menemukan bahwa sebagian megalit yang mereka kagumi ternyata buatan generasi penyintas terdahulu, mengikat masa lalu dan masa depan dalam satu siklus memori.
Daftar Chapter Komik Stone Age
Berikut daftar chapter dari Komik Stone Age bahasa Indonesia terlengkap. Untuk membaca chapter dari Komik Stone Age Sub Indo gratis, cukup klik salah satu chapter di bawah ini. Update chapter terbaru setiap hari!
|
Nomor Chapter |
View | Tanggal |
|---|---|---|
| Chapter 1 | 288 | 01/04/2026 |
Background Cerita Komik Stone Age
Stone Age dikembangkan sebagai komik orisinal yang merespons kecemasan era hiper-digital dan krisis iklim, lalu bertanya sederhana: jika semua layar padam, keterampilan apa yang masih relevan. Karya ini memadukan rasa ingin tahu Gen Z akan teknologi dengan ketertarikan pada keaslian material, keberlanjutan, dan pengetahuan lokal. Riset kreatifnya mengambil inspirasi dari antropologi, arkeologi megalitik Nusantara, etnografi kerajinan batu dan serat alam, serta kultur gim survival-crafting. Desain visual menggabungkan palet bumi, tekstur tinta tangan, dan elemen antarmuka yang tampak glitch untuk menegaskan benturan antara sisa teknologi dan budaya lisan. Proyek ini ditujukan sebagai jembatan edukatif dan hiburan, mendorong diskusi tentang kepemimpinan komunitas, etika berbagi pengetahuan, dan hidup cukup dalam dunia yang berubah cepat.


